Guliran yang jatuh menyepikan angin yang tidur
Sejuk persinggahan terdiamkan malam
Hambar tapi ramai
Khayalku terdiam melampiaskan malam yang merontak menerjang
Tak tergapai menghapuskan guliran tak ada henti terus merintih
Di sudut sana sebuah pancaran mata hanya bersenandung indah tanpa suara
Mendengar diam, melihat kelam, berbicara sunyi..
Seorang kecil menatap transparan yang tak bertirai
Melirik bayang sebatas hilang
Telungkup suci membentur batas dengan lembut terisak
Pudaran warna-warni bergaya seolah juara tanpa lawan
Senyumku menatap khayal yang terlintas
Sejuk persinggahan terdiamkan malam
Hambar tapi ramai
Khayalku terdiam melampiaskan malam yang merontak menerjang
Tak tergapai menghapuskan guliran tak ada henti terus merintih
Di sudut sana sebuah pancaran mata hanya bersenandung indah tanpa suara
Mendengar diam, melihat kelam, berbicara sunyi..
Seorang kecil menatap transparan yang tak bertirai
Melirik bayang sebatas hilang
Telungkup suci membentur batas dengan lembut terisak
Pudaran warna-warni bergaya seolah juara tanpa lawan
Senyumku menatap khayal yang terlintas






Tidak ada komentar:
Posting Komentar