Senin, 20 Mei 2013

Guliran yang jatuh menyepikan angin yang tidur
Sejuk persinggahan terdiamkan malam   
Hambar tapi ramai
    Khayalku terdiam melampiaskan malam yang merontak menerjang
    Tak tergapai menghapuskan guliran tak ada henti terus merintih
    Di sudut sana sebuah pancaran mata hanya bersenandung indah tanpa suara
    Mendengar diam, melihat kelam, berbicara sunyi..
Seorang kecil menatap transparan yang tak bertirai
Melirik bayang sebatas hilang
Telungkup suci membentur batas dengan lembut terisak
Pudaran warna-warni bergaya seolah juara tanpa lawan
Senyumku menatap khayal yang terlintas


Tidak ada komentar:

Posting Komentar